GUNUNGARJUNA JALUR PURWOSARI. Gunung Arjuna dengan ketinggian 3.339 mdpl, sejak jaman Kerajaan Singasari dan Majapahit sudah dijadikan tempat pemujaan. Seperti halnya gunung penanggungan yang terletak tidak begitu jauh dari gunung arjuna ini, keduanya banyak memiliki peninggalan sejarah berupa bangunan pemujaan.
Skip to content Paket WisataRental MobilSewa Bus PariwisataSewa MotorKontakTravel Blog Gunung Arjuno Gunung Arjuno sudah sangat dikenal terutama bagi para pendaki di pulau Jawa. Pesona keindahannya tidak kalah dengan tempat wisata di Malang lainnya. Gunung ini sudah sangat terkenal di kalangan pendaki dan pecinta alam di Pulau Jawa. Pesona alam dari Gunung ini ini juga tidak kalah dengan tempat wisata di Malang lainnya. Ada banyak hal menarik yang bisa Anda temukan di Gunung Arjuno mulai dari pemandangan alam, sejarah, hingga misteri. Pengalaman mengunjungi Gunung ini akan menjadi pengalaman berlibur dan mendaki yang mengesankan. Anda bisa mengunjungi Gunung ini atau tempat wisata lain di Malang dengan paket wisata bromo yang ditawarkan Biro Perjalanan. Namun sebelum itu, mari simak terlebih dahulu apa saja hal menarik yang telah menanti Anda di Gunung Arjuno berikut ini Sekilas Tentang Gunung Arjuno Gunung Arjuno atau sering disebut Gunung Arjuna ini merupakan gunung berapi yang berada dalam kondisi tertidur. Erupsi terakhir Gunung ini terjadi pada tahun 1952 dan sejak saat itu belum ada aktivitas vulkanik yang terlihat. Ketinggian dari Gunung ini mencapai lebih dari 3000 meter atau lebih tepatnya 3339 mdpl. Ketinggian ini membuatnya menjadi gunung tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan tertinggi keempat di Pulau Jawa. Puncak Gunung ini masih satu punggung dengan Gunung Welirang sehingga banyak pendaki yang menyebut gunung ini sebagai Gunung Arjuno-Welirang. Selain Gunung Welirang, Gunung ini juga dekat dengan Gunung Kembar I dan Gunung Kembar II. Ada banyak sekali jalur pendakian yang bisa dipilih jika Anda ingin mendaki puncak seperti via Tretes, Purwosari, Selecta, dan Lawang. Setiap jalur ini masing-masing memiliki pesona wisata dan keindahan alam yang menarik untuk ditelusuri. Anda bisa menemukan banyak candi, kisah misteri, dan sejarah saat mendaki Gunung Arjuno. Tentu saja pemandangan indah dari puncak Gunung Arjuno menjadi pelengkap sempurna perjalanan Anda. Hal Menarik di Gunung Arjuno Banyak hal yang menjadi daya tarik bagi para pendaki untuk datang ke Gunung Arjuno. Mengunjungi Gunung ini sangat cocok untuk Anda yang menyukai petualangan dan ingin menikmati keindahan alam. Gunung Arjuno juga menyimpan banyak potensi wisata dari setiap sisi di gunungnya dan berikut ini beberapa diantaranya Menikmati Panorama Alam Pemandangan alam dari Gunung Arjuno menjadi daya tarik utama bagi sebagian besar pendaki yang mengunjungi Gunung ini. Perkebunan warga di lereng gunung, hutan cemara yang lebat, padang sabana hijau menjadi suguhan panorama alam yang akan Anda temukan. Setiap pos pendakian yang Anda lewati menyajikan keindahan alam yang sangat memukau dan sayang bila terlewatkan. Saat sore hari Anda bisa melihat langit berubah warna menjadi jingga dan perlahan menjadi gelap dengan sangat menawan. Kawasan gunung yang bebas dari polusi udara membuat langit dapat tampak begitu terang dengan bintang yang ada di langit. Saat pagi hari, lautan awan menjadi pemandangan indah yang mengiringi munculnya sinar hangat matahari. Semua pemandangan alam terlihat semakin sempurna dari puncak tertinggi Gunung ini. Rumah-rumah kecil, punggung gunung yang kokoh dan hijaunya alam dari ketinggian jadi pemandangan yang sulit untuk dilupakan. Melintasi Jalur Pendakian Menuju Puncak Untuk menuju puncak Gunung ini ada banyak jalur yang bisa Anda pilih. Setidaknya ada 9 jalur pendakian yang bisa dipilih dimana lima diantaranya bukan jalur yang biasa dipilih. Dari semua jalur pendakian yang ada pendakian via Lawang dan Purwosari menjadi yang paling sering dipilih. Berikut ini sekilas tentang masin-masing jalur pendakian tersebut Gunung Arjuno via Lawang Pendakian Gunung Arjuno via Lawang sering dipilih wisatawan karena waktu tempuh menuju puncak yang relatif lebih singkat. Dari basecamp hingga puncak Ogal Agil Gunung Arjuno hanya memerlukan waktu kurang lebih jam. Jalur ini terkenal memiliki sedikit sekali jalanan landai, dari awal hingga akhir menuju puncak jalur sebagian besar berupa tanjakan. Area landai hanya bisa ditemukan di pos-pos pendakian dan peristirahatan karena itulah jalur ini lebih sering diambil oleh pendaki berpengalaman. Selama perjalanan Anda akan melewati empat pos sebelum puncak dengan area camp di pos 3 dan pos 4. Untuk sumber air bisa Anda temukan di dekat Pos 2 atau Pos Lincing yang memiliki pemandangan sabana yang indah. Selepas dari pos 4 Anda akan melewati hutan Cemoro Sewu Lali Jiwo yang terkenal angker. Hal ini karena banyak pendaki yang lupa jalur mana yang sudah dilewati saat berada di kawasan Lali Jiwo. Setelah itu mulai terlihat jalur terbuka batas vegetasi menuju puncak Ogal-Agil. Batas vegetasi ini juga menjadi titik pertemuan dari jalur pendakian Gunung Arjuno via Purwosari Gunung Arjuno via Purwosari Jalur pendakian via Purwosari ini terkenal karena kesan magis dan sakral yang terasa di sepanjang jalur. Ada banyak situs keramat yang bisa Anda temukan mulai dari pos 1 hingga pos 6 yang semua berkaitan dengan pewayangan. Bila dihitung secara total waktu tempuh dari pos 1 hingga pos 7 dan puncak, waktu yang diperlukan sekitar 13 jam lebih. Meskipun panjang, Anda akan banyak menemukan tempat beristirahat yang nyaman. Jalur ini juga sering digunakan bagi para peziarah sehingga hampir tidak pernah sepi oleh pengunjung. Selain itu ada banyak sumber air yang bisa ditemukan di pos 2 hingga pos 5 seperti Sendang Dewi Kunti. Tempat mendirikan tenda terbaik berada di pos 5 Mangkutoromo dan juga pos 7 Jawa Dwipa. Selain lahannya yang landai, jalur pendakian setelah kedua pos tersebut lebih berat dan butuh tenaga ekstra untuk dilalui. Dari Pos 7 menuju Puncak Ogal-Agil Gunung ini memerlukan waktu paling cepat 4 jam melewati batas vegetasi Plawangan. Titik ini juga menjadi persimpangan dengan jalur pendakian via Lawang menuju puncak Arjuno. Belajar Sejarah dan Wisata Religi Gunung Arjuno juga menyimpan banyak sejarah dan budaya yang tidak boleh dilewatkan. Situs bersejarah dan keramat ini lebih banyak ditemukan di jalur pendakian via Purwosari dimana banyak pula peziarah yang datang. Situs pertama yang bisa Anda lihat adalah Goa Antaboga atau Onto Boego yang dipercaya menjadi tempat pertapaan Naga Hyang Antaboga. Kemudian ada pula banyak petilasan di sekitar pos 2 yang sering dikunjungi para peziarah. Petilasan yang ada di kawasan inilah yang membuat Gunung Arjuno terkenal angker dan wingit. Anda juga bisa menemukan Sendang Dewi Kunti sumber air bersih yang menurut mitos berkhasiat bila diminum. Di pos 4 Anda akan menemukan arca Semar yang menjadi penanda tempat eyang Semar moksa. Naik ke pos 5 terdapat punden dan arca yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar karena menjadi tempat Dewa Wisnu bertapa. Arca terakhir bisa Anda temukan di pos 6 atau Candi Sepilar dimana tersusun 9 arca penjaga dan 5 arca pandawa. Semua situs bersejarah ini berkaitan dengan kisah-kisah pewayangan Pandawa khususnya Arjuna dan tentu sangat menarik untuk dipelajari dan dilestarikan. Tempat Wisata di Sekitar Gunung Arjuno Tidak ingin lelah mendaki, Anda masih bisa menikmati keindahan Gunung Arjuno dari berbagai tempat wisata yang ada di sekitarnya. Ada Taman Safari Prigen yang siap mengajak Anda berpetualang melihat hewan bebas berkeliaran di hutan. Jika Anda ingin bersantai menikmati Alam sambil bermain air bisa coba mengunjungi Selecta Malang. Di tempat ini juga tersedia berbagai makanan khas Malang seperti bakso Malang yang siap mengobati lapar Anda. Anda juga bisa menikmati keindahan alam dan berendam air panas di Agrowisata Wonosari sekaligus membeli oleh-oleh khas Malang disana. Selain tempat-tempat ini masih banyak objek wisata menarik lainnya yang bisa Anda temukan di sekitar Gunung Arjuno. Harga Tiket Masuk Gunung Arjuno Untuk pengunjung atau pendaki yang ingin naik Gunung Arjuno harus membayar simaksi yang telah ditentukan. Biaya simaksi ini sangat terjangkau terutama bagi wisatawan lokal, berikut rinciannya Retribusi Tarif Pengunjung Lokal Weekdays Pengunjung Lokal Weekends Pengunjung Mancanegara Parkir Motor Parkir Mobil Harga yang tercantum di dalam tabel ini sewaktu-waktu dapat berubah tergantung kebijakan dari pihak pengelola. Namun daftar ini bisa Anda jadikan bahan pertimbangan dan perkiraan biaya sebelum mendaki Gunung Arjuno. Dapatkan juga kemudahan mengunjungi berbagai destinasi wisata lainnya dengan paket wisata dari Biro Perjalanan. Paket ini akan mengurus segala kebutuhan akomodasi Anda selama berlibur, sehingga Anda tinggal menikmati waktu liburan tanpa harus repot ini dan itu. Lokasi dan Rute Menuju Gunung Arjuno Ada banyak pilihan rute menuju Gunung Arjuno yang bisa diambil yakni Tretes, Tambaksari, Lawang, Sumber Brantas, Gunung Pundak, dan Watu Jengger. Anda bisa pilih sendiri rute pendakian mana yang akan diambil saat melakukan booking online untuk pendakian. Agar lebih mudah bisa gunakan Google Maps dan masukan pos pendakian yang Anda pilih agar bisa ditunjukan jalan terbaik. Bisa pula minta bantuan sopir dari rental hiace Malang atau biro perjalanan untuk mengantar Anda langsung ke lokasi. Jam Operasional Gunung Arjuno Gunung Arjuno bisa Anda nikmati selama 24 setiap hari karena tidak ada batasan waktu buka dan tutup. Hanya saja untuk booking pendakian ada waktu pelayanan yang harus diikuti jadi usahakan untuk booking jauh-jauh hari. Waktu terbaik memulai untuk pendakian bisa dimulai saat pagi sekitar pukul WIB atau malam pukul WIB. Semua bisa Anda tentukan sendiri bersama rombongan tergantung pertimbangan masing-masing. Related PostsBagikan Artikel Ini Ke Page load link Dengandibukanya jalur pendakian via tretes dan purwosari ini berarti semua jalur pendakian resmk gunung arjuno welirang dibuka untuk semuanya. Diharap untuk para pendaki tetap mematuhi SOP dan protokol kesehatan agar pendakian terap dibuka dan pariwisata tidak menjadi kluster baru dalam penyebaran virus covid-19. Kali ini kita akan berbagi informasi estimasi biaya dan waktu pendakian gunung arjuno via purwosari. Gunung arjuno sendiri adalah sebuah gunung berapi kerucut istirahat di Jawa Timur, Indonesia dengan ketinggian m dpl. Gunung Arjuno secara administratif terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan dan berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Gunung arjuno merupakan gunung tertinggi kedua di jawa timur setelah gunung semeru, serta menjadi gunung tertinggi keempat di pulau jawa. Pendakian gunung arjuno terdiri dari empat basecamp, purwosari, tretes, lawang dan cangar batu, tapi kali ini kita membahas via purwosari, jalur sejarah dan wisata religi. Kenapa disebut juga jalur wisata religi di basecamp pendakian gunung arjuno via purwosari? Karena disetiap jalur pendakian terdapat peninggalan atau petilasan zaman kerajaan singosari. Mulai dari pos satu ontobogo sampai pos 7 djawa dwipa kita melewati peninggalan sejarah, mulai dari petilasan, candi dll. Banyak orang yang berkunjung kesini hanya sekedar berziarah, membersihkan diri dll, teritama mereka yang masih menganut aliran kepercayaan jawa. Untuk menuju basecamp pendakian gunung arjuno via purwosari dari malang atau surabaya, kita tinggal naik bus umum jurusan surabaya – malang atau malang surabaya. Nanti kita turun di purwosari. Untuk biaya naik bus dari malang-purwosari 5rb sedangkan dari surabaya – purwosari 8rb. Nanti dari purwosari kita naik ojek menuju desa tambakwatu, disini tidak ada angkutan umum atau desa. Untuk ongkos naik ojek kisaran 50rb perorang. Setelah sampai basecamp di desa terakhir tambakwatu kita registrasi ulang, oh iya sebelumnya registrasi wajib online ya nanti di pos kita tinggal verifikasi dan membayar simaksi. Hari pertamaBasecamp – Pos 1 Guo Ontobogo 1 jamDisini kita melewati perkebunan warga dan pohon pinus sampai pos 1 guo ontobogo. Guo Ontobogo sendiri biasa buat ziarah, selain itu disana juga ada bangunan logo kostrad. Guo Ontobugo Baca Juga Estimasi Waktu dan Biaya Pendakian Gunung Arjuna Welirang Via Tretes Pos 1 Guo Ontobogo – Pos 2 Tampuono 1 jam 30 menitDisini kita masih melewati perkebunan warga, terutama tanaman kopi. Di tampuono terdapat warung dan banyak tempat-tempat untuh berziarah. Pos 2 Tampuono – Pos 3 Eyang sakri 10 menitDari Tampuono ke eyang sakri pos 3 cukup dekat dan terlihat bangunan gubuk untuk berziarah. Pos 3 Eyang Sakri – Pos 4 Eyang Semar 1 jam 30 menitDari sini jalan mulai menanjak, hutan lebat memanjakan suasana. Disini juga nanti kita melewati alas tengah yang katanya angker kata anak instagram. Setelah sampai di eyang semar banyak bangunan atau pondokan buat para peziarah menginap. Ada juga tempat persembahan dan tempat untuk sholat. Pos 4 Eyang semar – Pos 5 Mangkhutoromo 45 menitJalan disini menanjak dan sangat terjal, seolah-olah kita sedang menaiki tangga untuk menuju candi mangkhutoromo. Candi Mangkhutoromo adalah candi yang cukup besar dan masih terawat. Disini tampak terlihat peninggalan sejarah kerajaan singosari. Selain itu di mangkhutoromo biasany tempat camp untuk para pendaki yang mau ke gunung arjuno, karna cuma satu-satunya tempat yang ada sumber air. Hari KeduaPos 5 Mangkhutoromo – Pos 6 Candi Sepillar 30 menitDari mangkhutoromo ke candi sepilar cukup dekat, terlihat bangunan tangga candi dan patung penjaga kerajaan dwarapala. Setelah melewati tangga candi sepilar kita sampai di puncak candi yang terdapat altar pandawa lima. Pos 6 Candi Sepillar – Pos 7 Jawa Dwipa 1 jam 30 menitDari sepilar ke djawa dwipa jalan mulai menanjak, lagi-lagi fisik kita di uji. Hutan disini tidak begitu rimbun dan ilalang cukup tinggi-tinggi. Di djawa dwipa terdapat petilasan biasanya banyak orang yang menaruh sesajen di sana. Sepilar Baca juga Cara Registrasi Online dan Peraturan Pendakian Gunung Arjuna Welirang Pos 7 Djawa Dwipa – Pelawangan 4 jamPerjalanan dari djawa dwipa ke pelawangan ini cukup panjang di banding pos sebelumnya, kita melewati hutan pinus dan alas lali jiwo yang katanya anak-anak instagram seram. Melewati cemara sewu, pertigaan jalan via lawang. Pelawangan – Puncak 1 jamDari pelawangan ke puncak lumayan dekat karena puncak ogal-agil sudah kelihatan. Jalurnya menanjak dan bebatuan. Estimas Biaya Dari Surabaya / Malang 1. Surat kesehatan 10rb2. Bus PP malang – Purwosari 10rb / Bus PP surabaya – purwosari 16rb3. Ojek purwosari – tambakwatu PP 100RB4. Simaksi 3 hari 2 malam 33rb Estimasi Waktu Pendakian Gunung Arjuno Via Purwosari 3 Hari 2 Malam Hari Pertama1. Basecamp – Pos 1 Guo Ontobugo = 1 jam2. Pos 1 Guo Ontobugo – Pos 2 Tampuono = 1 jam 30 menit3. Pos 2 Tampuono – Pos 3 Eyang sakri = 10 menit4. Pos 3 Eyang Sakri – Pos 4 Eyang Semar 1 jam 30 menit5. Pos 4 Eyang semar – Pos 5 Mangkhutoromo 45 menit Hari Kedua6. Pos 5 Mangkhutoromo – Pos 6 Candi Sepillar 30 menit7. Pos 6 Candi Sepillar – Pos 7 Jawa Dwipa 1 jam 30 menit8. Pos 7 Djawa Dwipa – Pelawangan 4 jam9. Pelawangan – Puncak 1 jam10. Puncak – Camp Pos 5 Mangkhutoromo 3 jam 30 menit Hari ketiga11. Pos 5 Mangkhutoromo – Perijinan 2 jam Nb. Camp di pos 5 Mangkhutoromo karena satu-satunya sumber air disini. Navigasi pos Estimasiwaktu pendakian gunung arjuno 3339 mdpl oktober 11, 2017 dalam travelling. Untuk dapat mendaki gunung arjuno ini banyak sekali alternatif jalur yang dapat dilalui oleh para pendaki diantaranya jalur pendakian via tretes, via purwosari, via lawang, via batu, via karangploso, dan via sumberawan. Siapa tau bisa jadi referensi buat agan Gunung Arjuno tergolong salah satu gunung dengan pendakian yang cukup berat di Jawa. Di samping jalur tretes yang populer, pendakian via Purwosari adalah salah satu jalur yang sangat menarik. Suasana mistis dengan berbagai situs peninggalan Kerajaan Majapahit dan tempat-tempat pemujaan ditemukan di sepanjang jalur pendakian. Inilah kenapa pendakian Gunung Arjuno via Purwosari disebut sebagai pendakian spiritual. Gunung Arjuno memiliki ketinggian mdpl, terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan. Gunung Arjuno masuk di dalam daftar 10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur dan merupakan gunung berapi istirahat. Ada beberapa jalur pendakian Gunung Arjuno, yaitu Jalur pendakian via Purwosari Jalur pendakian via Lawang Jalur pendakian via Batu Jalur pendakian via Tretes Pendakian via Karangploso Pendakian via Sumberawan Transportasi ke Basecamp Purwosari Jalur pendakian Gunung Arjuno via Purwosari dimulai dari Desa Tambak Watu, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Ada beberapa alternatif cara ke basecamp Purwosari, yaitu Dari Malang Naik angkutan umum dari Terminal Arjosari ke pasar Purwosari. Lanjut naik ojek menuju pos perijinan Dusun Tambak Watu. Dari Surabaya Naik bus tujuan Malang, turun di kantor pegadaian Purwosari. Untuk ke basecamp bisa menggunakan ojek yang ada sepanjang malam. Dari Jakarta Naik kereta dari Stasiun Pasar Senen ke Stasiun Lawang. Lanjut naik angkot atau ojek arah Surabaya, turun di kantor pegadaian. Lanjut naik ojek ke basecamp. Info & Tips Tarif ojek sekitar Rp. negoisasi dengan waktu ±30 menit. Pos perijinan ada di samping kantor pegadaian. Peta Jalur Pendakian Gunung Arjuno via Purwosari Pendakian Gunung Arjuno via Purwosari tidak hanya didatangi oleh para pendaki saja, tetapi juga pelaku spiritual, karena di sepanjang jalur pendakiannya ada beberapa tempat yang dikhususkan untuk kegiatan spiritual. Mulai November 2019, pendakian Gunung Arjuno menggunakan sistem booking online untuk setiap jalur resmi, yaitu pos Tretes, pos Tambaksari Purwosari, via Lawang dan pos Sumber brantas. Baca Cara Booking Online Pendakian Gunung Arjuno Jadi lengkapi persyaratan pendakian dengan berkas tersebut. Pendakian Gunung Arjuno Basecamp - Pos 1 Onto Boego Dari Tambak Watu melanjutkan perjalanan menuju ke Pos 1 di jalur landai dengan pepohonan kopi di sekitarnya. Banyak persimpangan di jalur menuju pos 1, dan ikutilah pipa air yang ada. Jika tersesat jangan ragu untuk bertanya pada penduduk sekitar yang melintas atau bisa bermalam menunggu pagi. Onto Boego dengan ketinggian mdpl merupakan salah satu situs pemujaan yang pertama ditemui di jalur pendakian. Baca Mitos dan Situs Pemujaan Sipitual Gunung Arjuno Pos 1 Onto Boego - Pos 2 Tampuono Menuju pos 2, jalur pendakian masih berupa tanah padat berkelok dan menanjak. Jalur sudah memasuki hutan dengan pepohonan besar yang rapat. Pos 2 - Tampuono, ditandai dengan adanya warung untuk melepas lelah dan ada beberapa gubuk yang biasa digunakan para peziarah. Pos 2 - Tampuono Gubuk yang berada tepat di pos 2 adalah petilasan Eyang Sekutrem. Di pos 2 ini juga terdapat Sendang Dewi Kunti untuk mengisi perbekalan air. Untuk menuju ke Sendang Dewi Kunti, ikuti jalan paving ke arah kiri. Disana ada beberapa bangunan lagi sebagai tempat pemujaan dan juga gubuk untuk para peziarah. Pos 2 Tampuono - Pos 3 Eyang Sakri Jarak dari pos 2 ke pos 3 tidak jauh, jalan menanjak yang santai akan membawa sampai ke pos 3. Ada papan berisi petunjuk jalan di pertigaan ketika hampir sampai di pos 3, ikuti jalan ke arah jalur pendakian Gunung Arjuno. Ada satu shelter di pos 3 yaitu petilasan Hyang Sakri. Pos 3 - Eyang Sakri Pos 3 Eyang Sakri - Pos 4 Eyang Semar Selepas dari pos 3, jalur pendakian mulai menanjak. Jika sebelumnya berupa tanah padat, akan berubah menjadi batuan. Sesampainya di atas, jalan mulai landai dan kembali masuk ke hutan dengan pepohonan rindang. Trek Landai Menuju Pos 4 Tak jauh di tengah hutan, ada sebuah gubuk bertuliskan "Rahayu", yang ditulis dalam aksara jawa. Meski sebagai tempat pemujaan para peziarah, gubuk ini cocok untuk tempat istirahat sejenak, karena lokasinya yang teduh dan sunyi. Enak lah pokoknya. Pondok Rahayu Pos 4 - Eyang Semar Selepas dari gubuk, jalur pendakian Gunung Arjuno tetap menanjak dengan trek tanah padat yang didominasi akar-akar pepohonan dan batu-batu besar. Pendakian sangat menguras tenaga hingga sampai di pos 4. Di tempat ini ada sumber air, kecuali musim kemarau. Ada Pondok Konservasi Treppa dan juga gubuk-gubuk lain yang bisa digunakan untuk beristirahat. Di bagian atas ada patung Eyang Semar dan sebuah tempat pemujaan dengan beberapa dupa yang masih tertancap. Tempat ini dipercaya sebagai tempat moksa Eyang Semar. Pemujaan Eyang Semar Pos 4 Eyang Semar - Pos 5 Mangkutoromo Perjalanan dari pos 4 ke pos 5 tidak jauh. Jalurnya tetap menanjak berbelok-belok hingga menemukan candi yang besar dengan punden berundak di tengahnya. Itulah petilasan Mangkutoromo. Mangkutoromo Mangkutoromo adalah tempat camp favorit di sepanjang jalur pendakian Gunung Arjuno via Purwosari. Selain ada sumber air, tempat yang sangat luas dan gubuk untuk bermalam, ada beberapa tanaman yang bisa dimasak seperti paku-pakuan, jamur, dan lain sebagainya. Jangan ragu untuk bertanya, berbincang atau meminta bantuan ke penjaga hutan Mangkutoromo yaitu Pak Parto yang tinggal di gubuk sebelah kiri petilasan. Bapak dengan gaya khas aki-aki di jaman Kamandanu yang memiliki pusaka panah Arjuno ini tak akan segan memberi petunjuk bagi para pendaki. Ada beberapa anjing hutan di sekitar Mangkutoromo. Namun tenang, anjing jinak ini adalah peliharaan Pak Parto. Pusaka Panah Arjuno Ada beberapa mitos Gunung Arjuno yang perlu diketahui sebelum melanjutkan pendakian, seperti beberapa pantangan yaitu, jika jumlah ganjil maka haruslah membawa tongkat, tidak menggunakan pakaian berwarna merah dan untuk wanita yang sedang haid lebih baik tidak melanjutkan perjalanan. Sebelum melanjutkan perjalanan, cukupkan perbekalan air karena sumber air terakhir hanya ada di Mangkutoromo. Pos 5 Mangkutoromo - Pos 6 Candi Sepilar Selepas dari Mangkutoromo, jalur pendakian Gunung Arjuno berupa punden berundak yang lumayan tinggi dan cukup membuat ngos-ngosan. Sampai diatas akan menjumpai Candi Sepilar yang bentuknya mirip dengan petilasan Mangkutoromo namun lebih kecil. Pos 6 Candi Sepilar - Pos 7 Jawa Dwipa Trek mulai menanjak di tengah hutan yang didominasi pohon pinus. Tidak ada tempat datar di sepanjang jalur pendakian hingga sampai di Pos 7. Pos 7 - Jawa Dwipa, adalah lokasi camp favorit setelah Mangkutoromo. Meski tidak ada sumber air, lokasi ini cukup luas untuk membuat 4-5 tenda. Siapkan stamina di pos Jawa Dipa ini karena selepas Jawa Dipa, trek akan membutuhkan tenaga yang sangat ekstra. Pos 7 - Jawa Dwipa Trek Menuju Bukit Penyesalan Pos 7 Jawadwipa - Plawangan Selepas Jawa Dwipa, tidak ada ampun untuk trek yang akan dilalui menuju Plawangan. Trek yang sangat menanjak tanpa bonus di tengah hutan pinus dijamin sangat melelahkan. Ini adalah trek terpanjang yang dinamai bukit penyesalan dimana ketika sampai di atas, masih ada bukit yang harus didaki lagi. Ini adalah jalur pendakian Gunung Arjuno yang paling menguras tenaga. Plawangan Plawangan - Puncak Arjuno Semakin dekat ke Plawangan, jalur lumayan landai dan tinggal mengikuti jalur ke kiri memutar bukit hingga sampai Plawangan. Plawangan adalah pertigaan dimana ada petunjuk arah untuk ke puncak Gunung Arjuno dan jalur via Lawang Ada beberapa tempat datar yang bisa digunakan untuk beristirahat atau membuat tenda kecil maupun shelter, lokasinya ada di sekitar jalur ke arah puncak. Dari Plawangan ke Puncak Gunung Arjuno, jalur masih menanjak didominasi pepohonan cantigi. Tidak dibutuhkan waktu lama, ketika sampai pada daerah bebatuan, puncak Ogal Agil sudah nampak dan hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit hingga sampai di Puncak Gunung Arjuno. Di puncak Arjuno, tampak Gunung Welirang dan juga Gunung Semeru. Tips Pendakian Gunung Arjuno Gunakan Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung yang lengkap untuk kenyamanan dan keamanan. Terdapat air di sepanjang jalur hingga Mangkutoromo, tapi jika musim kemarau, air terbatas dan hanya bisa ditemukan di pos tertentu seperti di Pos 2 - Tampuono dan Mangkutoromo. Ada warung di Pos 2 - Tampuono, yang cocok untuk beristirahat. Jangan merusak tempat pemujaan atau situs yang ada di sepanjang jalur pendakian. Lokasi camp yang strategis adalah di Mangkutoromo karena ada shelter dan sumber air. Tidak ada salahnya jika ingin camp di Jawadwipa untuk mengejar waktu summit. Hormati peraturan yang ada di sepanjang jalur pendakian, mengingat purwosari adalah jalur pendakian spiritual yang berhubungan dengan hal mistis. Jika cuaca buruk, segera turun dari puncak karena rawan sambaran petir, atau bisa menunda waktu ke puncak. Jika ingin lintas jalur, ada sedikit tempat datar di dekat Plawangan untuk mendirikan tenda. Jangan membuang sampah sembarangan maupun melakukan vandalisme di sepanjang jalur pendakian khususnya pada candi dan batuan di puncak Arjuno. Cheers... Estimasi Waktu Pendakian Gunung Arjuno Basecamp - Pos 1 1 jamPos 1 - Pos 2 1 jamPos 2 - Pos 3 10 menitPos 3 - Pos 4 1 jam 30 menitPos 4 - Pos 5 40 menitPos 5 - Pos 6 20 menitPos 6 - Pos 7 1 jam 45 menitPos 7 - Plawangan 3 jam 30 menitPlawangan - Puncak 1 jam 4TIPS PENDAKIAN. 5 INFORMASI GUNUNG ARJUNO. 6 MAP. Jalur pendakian gunung Arjuno via Batu Selecta atau orang menyebutnya Jalur Cangar adalah jalur alternatif lain. Jalur tersebut terletak di Desa Sumber Bratas, Batu, Malang. Rute yang kita lalui yakni menuju wisata air Selecta, Batu, Malang. Dari situ anggaplah sebagai basecamp. Dua jalur pendakian favorit Gunung Arjuno - Welirang yakni jalur Tretes dan Tambak sari Purwosari kembali dibuka pada 12 Oktober 2020. Namun pembukaan ini masih dalam tahap uji coba jalur pendakian dan belum dibuka secara Gunung Arjuno dan Welirang memang telah dibuka untuk umum mulai tanggal 5 September 2020 dengan menerapkan protokol adaptasi kebiasaan baru new normal. Pada tahap pertama pembukaan ini beberapa jalur pendakian yang dibuka yaitu jalur Gunung Arjuno via Lawang Kabupaten Malang, dan via Sumber Brantas, Instagram mountnesiaDalam ujicoba pembukaan jalur ini para pendaki wajib melakukan registrasi online via website resmi Tahura Raden Soejo sebagai pengelola Gunung Arjuno - Welirang. Dan tidak menerima pendaftaran langsung di pos persyaratan pada masa uji coba ini para pendaki wajib membawa lembar e-simaksis berkas yang sietujui pihak pengeloa yang didapatkan saat pendaftaran melalu situs resmi penelola Gunung Arjuno - Welirang Selain itu pendaki juga wajib membawa kartu pengenal seperti KTP, KTM, SIM, atau paspor. Dan bagi pendaki yang berusia kurang dari 17 tahun wajib menyerahkan surat izin yang ditandatangani oleh orang tua/wali para pendaki pun wajib membawa surat keterangan sehat dan juga mematuhi protokol kesehatan dalam adaptasi new normal. Dan tentu saja perlengkapan mendaki yang safety dan lengkap agar pendakian bisa berjalan dengan lancar serta selamat hingga kembali ke gimana mau mendaki gunung Arjuno via Tambaksari Purwosari dengan banyaknya peninggalan dan petilasan kerajaan Singosari dan Majapahit yang juga terkenal dengan kekentalan mistisnya. Atau jalur Tretes yang memiliki trek yang lebih ramah selain itu pada jalur ini pula terdapat persimpangan jalur ke gunung Arjuno dan ke jaur ke gunung Welirang. Salam lestari! Basecamppendakian Gunung Arjuno via Purwosari ini berada di Desa Tambakwatu. Untuk yang pertama kali datang lebih mudah dengan mengetikkan "Parkir VIP Gunung Arjuno" pada gadget masing masing dan tinggal ikuti arah saja sesuai petunjuk map. Dari jalan raya Surabaya - malang sekitar 30 menit perjalanan menuju titik basecamp ini. Full Team Gunung Arjuno atau terkadang disebut juga dengan gunung Arjuna yang merupakan salah satu gunung yang berada di provinsi Jawa Timur. Gunung Arjuno ini memiliki ketinggian puncak mencapai mdpl dan menempati posisi kedua tertinggi di Jawa Timur setelah gunung Semeru yang berada pada posisi pertama. Untuk jalur pendakian Gunung Arjuno ini bisa ditempuh atau dicapai dengan melewati 4 jalur pendakian seperti dibawah ini. Ada 4 Jalur Pendakian Gunung Arjuno Bagi para pendaki pastinya sudah tak asing lagi dengan Gunung Arjuno. Bagaimana tidak? gunung tertinggi kedua yang berada di Jawa Timur ini tentu sangat menarik perhatian khususnya bagi para pendaki gunung. Tapi tahukah Anda bahwa jalur pendakian Gunung Arjuno ini bisa dilewati dengan 4 jalur pendakian? Nah, jalur apa saja itu berikut bisa Anda lihat dan baca. Jalur Tretes Tretes adalah tempat wisata atau hutan wisata. Disana juga terdapat air terjun yang sangat indah yang dapat Anda lihat ketika Anda melewatinya yaitu air terjun kakek Bodo. Tak hanya itu saja, jalur ini memang banyak dipilih oleh para pendaki gunung karena memang jalur ini memiliki track yang bisa dibilang tidak terlalu menanjak. Selain itu dengan melewati jalur Tretes ini Anda juga dapat mendaki Gunung Welirang, karena nanti pada saat melewati jalur ini Anda akan menemukan sebuah persimpangan dimana Anda bisa menuju puncak Gunung Welirang pada saat di tengah-tengah perjalanan Anda. Perjalanan dari Tretes menuju puncak Gunung Welirang bisa memakan waktu 7 sampai 8 jam. Nah, apabila Anda ingin melanjutkan perjalanan menuju Gunung Arjuno maka setelah Anda sampai di pucak Gunung Welirang Anda bisa berjalan turun sekitar kurang lebih 10 menit tepatnya ke arah selatan. Pada saat menuju gunung Arjuno Anda akan melewati hutan seperti hutan cemara dengan melewati juga sebuah jurang serta pinggiran gunung Kembar Idan dan Gunung Kembar II. Disini Anda akan berjalan selama 6 sampai 7 jam maka setelah itu Anda akan sampai pada puncak Arjuno. Jalur Lawang Jalur selanjutnya Anda bisa mendaki Gunung Arjuno dari kota Lawang. Tak hanya itu saja jalur ini merupakan jalur yang terbilang praktis karena kota Lawang sangat mudah sekali Anda tempuh baik itu dari arah Surabaya ataupun Malang. Selain itu puncak Gunung Arjuno ini juga dapat Anda tuju langsung dari arah ini. Pendakian ke puncak akan dimulai dari desa Wonorejo menuju ke perkebunan teh yang berada di desa Wonosari sejauh 3km. Disini perjalan yang Anda tempuh akan memakan waktu sekitar 3 sampai 4 jam maka setelah itu Anda akan sampai di Oro-Oro Ombo yang merupakan salah satu tempat berkemah. Dari tempat ini menuju puncak akan membutuhkan waktu sekitar 6 sampai 7 jam perjalanan dan melewati hutan lebat yang disebut juga dengan hutan Lali Jiwo. Setelah Anda melewati hutan tersebut Anda juga akan melewati padang rumput yang jalanannya cukup menanjak atau curam. Mendekati puncak, Anda akan melewati batu-batu yang terbilang sangat banyak dan selain itu setelah melewati itu semua Anda nantinya juga akan menjumpai tanaman yang sangat indah serta Anda akan mencapai puncak Gunung Arjuno. Jalur Purwosari Jalur purwosari juga bisa Anda tempuh menuju Gunung Arjuno. Awal pendakian akan dimulai dari desa Tambak Watu dengan melewati jalan setapak. Setelah itu Anda juga akan melewati hutan Pinus yang tertata sangat rapi. Setelah Anda berjalan selama 1 jam Anda akan menemukan sebuah Gua yaitu Gua Antaboga kemudian Anda juga akan menemukan Petilasan Eyang Abiyasa yang nantinya akan Anda tempuh selama perjalanan 1 jam 30 menit. Lalu Anda akan berjalan lagi sekitar 10 menit hingga sampai ke Situs Eyang Saktri dimana tempat ini berupa cungkup tertutup yang menghadap ke barat dan terbuat dari kayu. Kemudian dari Situs Eyang Saktri menuju situs Eyang Semar Anda akan menempuh perjalanan 1 jam 15 menit. Tempat ini dikenal paling angker, jadi bagi Anda yang ingin menginap atau beristirahat di lokasi tersebut maka sebaiknya dihindari. Kemudian Anda bisa berjalan sekitar 8 sampai 9 jam setelah melewati beberapa lokasi maka Anda akan sampai ke Puncak Gunung Arjuno. Jalur Batu Jalur terakhir menuju Gunung Arjuno Anda bisa melewati jalur pendakian dari arah Batu. Jalur ini terletak di bagian sebelah barat Gunung Welirang yang juga merupakan salah satu jalur yang pastinya sangat menarik dan menyenangkan. Jika Anda melewati jalur ini maka Anda akan melihat panorama keindahan yang akan membuat Anda menjadi sangat senang dan pastinya tidak akan terlupakan. Pendakian melewati jalur batu ini akan diawali dengan melewati jalur setapak, kemudian Anda akan memasuki hutan Rimbun. Setelah Anda menempuh perjalanan selama 6 jam, Anda akan sampai di sebuah persimpangan dimana jalan pada sebelah kiri bisa sampai di puncak Gunung Welirang jika Anda tempuh selama 2 jam kemudian pada jalur sebelah kanan apabila Anda tempuh selama 4 jam Anda bisa sampai pada puncak Gunung Arjuno dan pastinya setelah Anda melewati puncak Gunung Kembar I. Jadi jika dihitung maka total waktu yang dibutuhkan untuk bisa sampai ke puncak Gunung Arjuno dapat memakan waktu sekitar 10 jam apabila Anda melewati jalur Batu tersebut. Diatas ada beberapa informasi mengenai jalur pendakian Gunung Arjuno yang dapat Anda tempuh dengan melewati 4 jalur seperti diatas.
PETAJALUR PENDAKIAN VIA PURWOSARI MEMULAI PENDAKIAN Basecamp - Pos I Guo Ontoboego (1jam) Jalur hutan rimbun. Pos 1 adalah tempat ziarah Pos 1 Guo Ontoboego Pos I - Pos II Tampuono (1jam) Di perjalanan menuju Pos 2 ada sendang atau mata air bernama "Sendang Dewi Kunti". Sedangkan Pos 2 itu sendiri adalah semacam warung atau gubuk.
Home » INFO GUNUNG » Pendakian Gunung Arjuno Via Purwosari, Ini Misteri Keangkerannya! Pendakian Gunung Arjuno via Purwosari, kini resmi dibuka! Sobat Wisata Gunung, siapa yang sedang rindu dengan gunung Arjuno? Kali ini, lebih banyak menuliskan kisah pendakian, bukan hanya sekadar informasi saja. Yups, tentang gunung tertinggi kedua di Jawa Timur, setelah gunung Semeru. Mendaki gunung, tentu tidak akan luput dari cerita mistis. Namun, hobi dan indahnya alam Tuhan, membuat kita tidak pernah menyerah untuk menyentuh mata diri dengan alam tersebut. Malah kadang, jiwa seakan terpanggil dan rindu dengan indahnya pemandangan yang melindungi benda kerucut yang dijuluki dengan paku bumi itu. Informasi terbaru, sejak 2019, pendakian harus melalui registrasi online terlebih dahulu ya kawan, tidak bisa lagi pakai cara on the spot. Inilah 9 Jalur Pendakian Gunung Arjuno Ada banyak jalan menuju Roma, lebih tepatnya, ada banyak jalur yang bisa Anda lewati saat hendak menuju puncak Arjuno. 9 jalur, belum lagi jalur tikus yang sering dilewati pendaki yang terlalu merindu dengan gunung ini. 9 jalur ini, 4 utama, 5 jalur tidak resmi. Sangat tidak disarankan ya, melewati jalur tikus, karena jalur ini biasanya dilewati oleh orang-orang yang mendaki tanpa izin, karena pendakian yang sering ditutup saat pandemi kemarin, atau karena cuaca buruk. Bisa sangat membahayakan keselamatan pendaki, terlebih jika ada masalah di tengah jalan. Seperti teman pendaki yang hilang atau tersesat, padahal posisi mendaki tidak izin dan tidak tercatat di buku laporan. Hal ini mengakibatkan menyulitkan Tim SAR yang menangani, tidak ingin kan, jika sampai terjadi hal demikian? Untuk itu, lewatlah salah satu di antara 4 jalur resmi yang saya tuliskan dari angka 1 sampai 4, lalu 5 ke bawah belum diresmikan. Jangan lupa melakukan pendaftaran terlebih dahulu layaknya orang yang mendaki biasanya, inilah 9 jalur itu 1. Purwosari 2. Tretes 3. Cangar 4. Kebun Teh Lawang 5. Kaliandra 6. Sumbergondo 7. Karangploso 8. Sumber Awan 9. Pure Dari sembilan jalur di atas, konon, banyak yang bilang, gunung Arjuno angker nya lebih kerasa saat lewat jalur Purwosari sampai ada yang bilang jalur ini termistis. Di sana banyak terdapat tempat untuk bertapa atau meditasi. Istilah orang sekitar Arjuno, menyepi. Untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, atau untuk mendapatkan ilmu-ilmu tertentu. Tidak hanya tempat menyepi, banyak sekali bahkan di setiap pos, terdapat arca peninggalan eyang-eyang, atau petilasan para dewa. Wah, dalam pembahasan ini, nanti akan saya bahas dari jalur Purwosari, mantap kan? Perjalanan yang dilakukan oleh 6 orang, 4 laki-laki dan dua perempuan ini mula-mulanya berjalan lancar. Mereka bernama Rozikin, Imam, satu laki-laki dan Deny sebagai seseorang yang memberikan informasi nanjak kali ini. Oh iya, masih ada dua perempuan lagi, namun nama-namanya tidak disebutkan oleh narasumber. Seperti biasa, sebelum memulai perjalanan, tentu harus registrasi dan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing. Agar perjalanan dilancarkan hingga, ke puncak, lalu bisa turun dengan selamat. Naik gunung ke Arjuno via Purwosari, memang tidak terelakkan suasana yang lebih mencekam ketimbang jalur lain, namun yang menjadi positif di sini, jalur ini lebih halus dan sepi ketimbang jalur via Tretes yang katanya ada jalur asu. Jalur via Tretes, banyak bebatuan, membuat para pendaki kualahan. Itu semua pilihan Anda, jika memilih jalur Purwosari, siapkan keberanian dan jangan lupa berdoa sebelum berangkat, karena nanti Anda akan dihadapkan dengan banyak sekali patung-patung atau tempat pemujaan atau meditasi. Perjalanan Deny Setiawan dan kawan-kawan, bisa dibilang lancar, meski sempat ada gangguan salah satu pendaki bertemu dengan makhluk tinggi besar, berwarna hitam di siang hari saat berada di pos Tampuono. Baiklah, saya akan menceritakan perjalanan lengkapnya. Segerombolan rombongan pendaki yang berasal dari Jawa Timur, tepatnya Sidoarjo ini, kini sudah sampai di tempat parkir dan Basecamp tempat pendaftaran, waktu itu 16 Agustus 2016. Mereka ingin, di saat kemerdekaan bisa merayakan kemerdekaan di puncak Gunung Arjuno, asyik kan ya? Setelah melakukan registrasi, semua pun melancarkan doa di dalam hati masing-masing dan memulai perjalanan dari Basecamp Tambak Watu, tepatnya di Ds. Tambak Watu Kec. Purwosari, Kab. Pasuruan, menuju ke pos 1. Di pos 1 ini, menurut narasumber, akan tampak sebuah Goa. Goa itu namanya Goa Ontoboego. Perjalanan baru dimulai dari sini, kaki mereka ingin radak cepat, dan bertemulah dengan hamparan kebun kopi milik warga, dari sini tanjakan mulai terasa, karena kemiringan sekitar 10 derajat. Masih terasa ringan sih, tetapi perjalanan menuju pos 2, sekitar 30 menitan. Ada banyak pos yang siap menghadang, di pos 2, sudah mulai tampak, yaitu Pos Tampuono. Perasaan merinding, pun sudah kerasa. Salah satu teman di antara pendaki itu, melihat sosok makhluk tinggi besar, berwarna hitam. Ia tidak berani bercerita kepada siapa-siapa. Meski lihatnya di siang bolong, tetapi daerah gunung merupakan rumah mereka, rumah mahkluk astral yang berkekuatan lebih besar ketimbang makhluk astral yang ada di rumah-rumah kosong. Semua pendaki pun juga merasakan perasaan yang sama, pos itu berupa tempat meditasi yang biasa digunakan oleh orang-orang yang ingin melatih kebatinan, seram kan? Ada patung Naga juga di sana. Tidak ingin berlama-lama, perjalanan pun dilanjut, kini sampailah di pos 3, Eyang Sakri. Di sana juga ada kayak gubuk, tempat untuk bertapa. Lalu menuju ke pos 4, guys. Suasana mistis makin kerasa, meski tampilan yang akan kalian lihat, berbeda dari sebelumnya. Deny bercerita, jika sebelumnya, rata-rata ada bangunan untuk meditasi, di sini lebih ke halaman luas disertai patung yang berbalut kain putih. Patung itu konon jelmaan dari Eyang Semar, melihat patung itu, semakin merinding hingga naik ke bulu kuduk. Sudah cukup puas di sana, lanjutlah perjalanan menuju pos 5, di Mangkutoromo. Di sini sudah agak lega, karena bisa selonjoran dan meletakkan barang-barang yang ada di pundak. Jika ingin naik ke puncak, katanya lebih enak barang ditaruh di sini, biar nggak berat-berat. Oh iya, isi penuh botol air yang Anda bawa ya, di sini ada sumber air yang siap Anda isikan. Di atas sudah tidak ada sumber air. Lelah beristirahat, lanjut aja ke pos 6, Candi Sepilar, agak seram, kita melewati di antara candi itu, dan segera menuju ke Pos 7, Jawa Dwipa. Estimasi perjalanan dari pos ke pos, yang paling jauh ada di pos Jawa Dwipa menuju ke Plawangan. Sekitar 3 jam lebih. Di Plawangan ini, kita akan dipertemukan dengan jalur pendakian dari arah Lawang. Nah, kalau sudah begitu, kita bisa segera sampai di puncak yang ditunggu-tunggu, yaitu Puncak Ogal Agil. Jangan lupa menikmati suasananya ya, meski sempat ketemu suasana merinding, di sini Anda bisa menikmati hamparan pepohonan Edelweis, atau pohon atau bunga abadi. Lalu, sampailah kita di puncak yang ditunggu-tunggu. Akhirnya, mereka ber enam, sampailah di puncak Ogal Agil. Foto-foto ini, kita akan bisa melihat hamparan awan, yang bisa terlhat langsung di depan mata, sambil merayakan kemerdekaan. Ada beberapa gunung juga yang bisa kita lihat, itu gunung Semeru dan Welirang. Gunung Semeru, gunung tertinggi Jawa Timur, dan memang lumayan dekat sih sama Gunung Arjuno. Jika ingin tahu tentang Semeru, ini dia kisah misteri Gunung Semeru. Menurut Deny, puncak ini dinamakan Ogal-Agil karena Anda akan melihat beberapa bebatuan besar yang ada di puncak, ketika ada angin yang berhembus besar, batu itu akan bergoyang-goyang kayak ogal-agil gitu. Jadi di atas juga agak ngeri sih, tapi seru, karena bisa melihat awan-awan yang menyegarkan. Oh iya, hati-hati jangan sampai kepleset, bahaya. Salah satu teman, saat di bawah setelah pendakian usai pun baru berani bercerita tentang apa yang dilihatnya. Memang mendaki, sudah pasti ada halangan, jangan cepat putus asa, bahkan masih ada pengalaman yang seram dari para pendaki lainnya, saat mendaki di gunung ini, kapan-kapan saya ceritakan. Cari Aman dengan Mencari Teman yang Kenal Jalan Mendaki,banyak hal yang bisa terjadi di depan Anda. Sedia payung sebelum hujan, bawa teman yang kenal track ya guys, jangan lupa. Kalau tidak punya, bisa meminta diantar oleh pemandu yang telah disediakan. Alam yang masih rimbun dan terjaga, meski sudah ada petunjuk arah, terkadang bisa menyulitkan para pendakian. Apalagi, ada banyak jalan bercabang. Ada satu kisah, kumpulan orang yang sedang mendaki di Arjuno namun tersasar ke Puncak Welirang. Memang tidak salah, jika sampai ada yang tersasar di puncak itu, karena gunung ini berjajar. Untung saja, salah satu pendaki yang sedang bersama dengan rombongan itu, sebelumnya pernah mendaki ke Welirang. Jadi nggak terlalu panik, malah memilih memutuskan ke puncak Welirang, ketimbang tujuan awal mendaki ke puncak Arjuno. Karena ia harus kembali sangat jauh, jika memaksakan ke puncak Arjuno. Semoga pendakian yang seperti ini tidak sampai terjadi pada Anda ya, mangkanya cari rekan yang berpengalaman. Penutup Sudah banyak bercerita nih guys, saatnya saya pamit. Itulah beberapa informasi dan pengalaman pendakian Gunung Arjuno via Purwosari. Jangan lupa ya, sebelum mendaki, periksa perlengkapan mendaki, baik stok makanan atau alat pendakian, jangan sampai ada yang tertinggal, supaya pendakian lancar. Share this information with your friends Jalurpendakian gunung Arjuno via Purwosari terletak di Dusun Tambak watu, Kecamatan Purwosari, Malang, Jawa Timur. Jalur Purwosari ini terkenal dengan banyaknya peninggalan peninggalan kerajaan Majapahit pada masa lampau. Selain itu, sumber air pun lumayan banyak ditemui.

Gunung Arjuno Harga Tiket Masuk Jam Buka WIB. Nomor Telepon 0341 483254. Alamat / Lokasi Pecalukan Barat, Pecalukan, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia, Jawa Timur. Gunung Arjuno merupakan obyek wisata pegunungan yang berada di perbatasan Batu – Malang. Obyek wisata alam ini memiliki ketinggian sekitar meter di atas permukaan laut. Sehingga, gunung ini termasuk dalam jajaran gunung tertinggi di Pulau Jawa urutan ke-4. Tak heran jika gunung ini banyak diburu sebagai jalur pendakian. Pesona pemandangan alam pegunungan merupakan sajian utama . Tak ketinggalan pula hamparan pepohonan lebat yang mengelilingi gunung ini. Selain itu, pengunjung juga bisa menyaksikan beberapa air terjun dan sungai dari ketinggian. Pemandangan indah ini sangat menyejukkan mata berpadu dengan udara segar di sekitarnya. Harga Tiket Masuk Gunung Arjuno Pihak pengelola obyek wisata ini tidak memungut harga tiket masuk yang nominalnya besar. Sehingga melakukan aktivitas di gunung ini pun terasa lebih mengasyikkan dengan biaya yang hemat. Harga Tiket Masuk Tiket Masuk Pendaki Nusantara Senin-Jumat Tiket Masuk Pendaki Nusantara Sabtu-Minggu Tiket Masuk Pendaki Mancanegara Tarif Kendaraan Kendaraan Roda 2 Kendaraan Roda 4 Syarat dan ketentuan mendaki di Gunung Arjuno Registrasi pendakian melalui website Melakukan booking H-2 sebelum pendakian. Batas lama pendakian maksimal 3 hari 2 malam. Simaksi diberikan kepada kelompok dengan jumlah peserta minimal 3 orang. Pendaftaran pendakian hanya dapat dilakukan secara online. Baca 11 Tempat Wisata Pilihan Di Pasuruan Jam Buka Pihak pengelola Gunung Arjuno tidak mematok jadwal buka atau tutup pada jam-jam tertentu. Sehingga, pengunjung bisa lebih leluasa beraktivitas di obyek wisata alam ini kapan saja. Jam Buka Waktu Pelayanan Perizinan Pendakian di Setiap Pos – WIB. Ragam Aktivitas Wisata Gunung Arjuno Obyek wisata pegunungan ini cocok untuk berbagai macam aktivitas petualangan. Pengunjung bisa melakukan pendakian dengan beberapa jalur. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa melakukan aktivitas seru lainnya. Pendakian & Jalur Pengunjung bisa melakukan pendakian hingga ke puncak Gunung Google Maps/Loekman Hakeem Gunung Arjuno terkenal sebagai wisata mendaki oleh para pecinta wisata alam dari berbagai penjuru daerah. Pengunjung bisa melakukan pendakian dengan memilih satu di antara empat jalur. Jalur pendakian yang pertama adalah Tretes. Jalur Tretes memiliki medan yang lumayan landai. Jalur ini bisa ditempuh dalam kurun waktu 7 hingga 8 jam. Selanjutnya ada jalur Lawang yang menyajikan panorama alam memukau. Namun pengunjung membutuhkan waktu yang lama jika melewati jalur ini. Jalur lain yang bisa dilewati yaitu jalur Purwosari. Jalur ini diperuntukkan bagi para pendaki profesional. Jalur Purwosari memiliki medan yang sangat menantang dan cukup terjal. Baca TAMAN SAFARI PRIGEN Tiket Masuk & 10 Wahana Seru Jalur yang menawarkan pemandangan terindah adalah jalur Batu. Pengunjung membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk melewati jalur ini. Sebelum mendaki, pengunjung harus menyiapkan kondisi fisik yang fit. Tak ketinggalan pula, perlengkapan dan peralatan harus disiapkan selengkap mungkin. Keindahan Bentang Alam Gunung Arjuno Pengunjung bisa menyaksikan pemandangan indah di sekeliling Gunung Google Maps/Fajar Emosijiwaku Selain mendaki, pengunjung bisa melakukan aktivitas santai di gunung yang satu ini. Duduk dan bersantai sambil menikmati panorama sekitar yang menawan dari atas ketinggian bisa menjadi pilihan. Obyek wisata alam ini memiliki beragam spot pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Spot pertama yang patut untuk disaksikan dari ketinggian adalah mata air Sungai Brantas. Mata air Sungai Brantas memanjang di lereng gunung ini. Sungai yang satu ini merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa. Sungai Brantas melintasi beberapa kota di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Malang, hingga Blitar. Baca KEBUN PAK BUDI Pasuruan Tiket Masuk & Aktivitas Selanjutnya ada spot yang tak kalah menyejukkan mata yaitu air terjun Kakek Bodo. Air terjun ini bisa dinikmati pengunjung yang mendaki lewat jalur Tretes. Jika pengunjung lewat jalur Lawang, maka bisa menikmati hamparan kebun teh yang asri. Tak hanya itu, pengunjung juga akan disuguhi lebatnya pepohonan di Alas Lali Jiwo. Kegiatan Berkemah Pengunjung bisa melakukan camping di kawasan Gunung Google Maps/Mega Nurmasari Tak hanya aktivitas petualangan yang bisa dilakukan di obyek wisata alam ini. Pengunjung juga bisa berwisata santai, salah satunya berkemah. Pengunjung bisa mendirikan tenda sambil menikmati eloknya panorama sekitar. Mengenal Flora & Fauna Gunung Arjuno berada di dalam daerah konservasi Arjuno Lalijiwo. Pengunjung bisa berwisata di hutan yang dipenuhi pohon-pohon menjulang tinggi ini. Ada berbagai macam tumbuhan yang terdapat di hutan ini. Pengunjung dapat menjumpai pohon cemara, pinus, triwulan, wadang, dan lain sebagainya. Baca PINTU LANGIT Tiket Masuk & Wahana Seru Selain flora, pengunjung juga bisa mengenal fauna yang terdapat di dalam hutan ini. Sejumlah fauna khas Jawa bisa ditemukan di hutan ini. Pengunjung bisa menemui kijang, elang Jawa, babi hutan, dan lain sebagainya. Namun, pengunjung harus berhati-hati dan tidak terlalu dekat dengan fauna-fauna tersebut. Anak-anak perlu dikenalkan dengan flora dan fauna yang ada di obyek wisata ini. Dengan demikian, pengetahuan anak-anak akan bertambah. Selain itu, rasa kepedulian anak-anak terhadap alam akan meningkat Fasilitas Pihak pengelola obyek wisata pegunungan ini menyediakan fasilitas yang cukup memadai. Fasilitas yang dimaksud antara lain tempat parkir, toilet umum, hingga pos istirahat. Sehingga pengunjung dapat menggunakan fasilitas yang ada sesuai keperluan. Pengunjung akan merasa lebih nyaman dengan fasilitas yang tersedia. Baca AGROWISATA BHAKTI ALAM Pasuruan Tiket Masuk & Wahana Lokasi dan Rute Menuju Gunung Arjuno Gunung Arjuno berlokasi di perbatasan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Ketiga daerah ini termasuk ke dalam wilayah Provinsi Jawa Timur. Rute yang dilalui tidak sulit untuk menuju lokasi karena jalannya sudah bagus. Selain itu, pemandangan di sisi kanan dan kiri jalan juga memanjakan mata. Pengunjung bisa menuju obyek wisata ini dari Surabaya dengan menggunakan bus jurusan Malang. Selanjutnya, pengunjung harus turun di Terminal Pandaan dan naik angkot jurusan Tretes. Setelah itu, tinggal mengikuti papan petunjuk arah untuk sampai di gunung ini.

TagsJalur pendakian gunung Arjuno Pendakian Gunung Arjuno Via Purwosari, Ini Misteri Keangkerannya! 1 July 2021 61x INFO GUNUNG. Pendakian Gunung Arjuno via Purwosari, kini resmi dibuka! Sobat Wisata Gunung, siapa yang sedang rindu dengan gunung Arjuno? Kali ini, lebih banyak menuliskan kisah pendakian, bukan hanya sekadar informasi saja.
La randonnée pédestre est une activité facilement accessible, peu coûteuse et idéale pour garder la forme. Que ce soit pour une petite promenade en forêt, une balade de quelques heures, une marche d’une journée ou une longue rando de quelques jours, la nature mauricienne saura te combler! Randonnées avec accès payant Le parc national de la Mauricie à Saint-Jean-des-Piles et Saint-Mathieu-du-Parc 180 km © Alizée Balangué Au parc national de la Mauricie, tu auras la chance d’expérimenter la randonnée de tes rêves… plus de 180 km de sentiers sillonnent le parc. Que ce soit une courte, une moyenne ou une longue randonnée, tu trouveras la balade qui te convient. Pour découvrir davantage le parc de la Mauricie. Parc des Chutes de Sainte-Ursule à Sainte-Ursule 5 km Le parc des chutes de Sainte-Ursule, dans le secteur de Maskinongé, est le parc idéal pour une courte expédition en forêt en famille. Il compte environ 5 km de sentiers qui suit le cours de la rivière Maskinongé. Léger coût d’entrée sur le site. Chiens en laisse acceptés. Aire-Nature Grandes-Piles à Grandes-Piles 25 km Les fervents d’aventure douce peuvent, à Aire nature pratiquer la randonnée pédestre sur plus de 20 km. Un belvédère permet d’admirer les paysages de la région. Il est aussi possible de faire du canot, du kayak, de la chaloupe et du paddle board. Le site est également une porte d’entrée sur le sentier national. Chiens en laisse acceptés. Relativement à la sécurité des randonneurs durant la saison de la chasse, soyez informé sur les tronçons du sentier national cliquant ici. Le Parc de la Rivière Batiscan à Saint-Narcisse 25 km Crédit photo Sarah Gagnaire Au Parc de la Rivière Batiscan, les sportifs et les amateurs de nature seront ravis de découvrir le réseau de sentiers balisés totalisant plus de 25 km pour débutant ou expert. Sur le parcours, de magnifiques paysages comportant des chutes et des rapides peuvent être admirés à partir de nombreux belvédères. Circuit de géocaches, pêche, interprétation de la nature et visites guidées. Chiens en laisse acceptés. Le Baluchon Éco-villégiature à Saint-Paulin 35 km Crédit photo Karine Gélinas Le Baluchon Eco-villégiature offre de magnifiques sentiers totalisant 35 km. Entrée payante ou gratuite en logeant sur place. Aux berges du lac Castor à Saint-Paulin 30 km Crédit photo Élisabeth Mottard Aux berges du Lac Castor se trouve un réseau de 30 km de sentiers pédestres aménagés et signalisés qui plaira assurément aux familles et aux amateurs de tourisme vert! On y retrouve des points d’intérêts comme des barrages de castor, des points de vue sur la région et une belle diversité au niveau de la forêt. Chiens en laisse acceptés. Le Parc de l’Île Saint-Quentin à Trois-Rivières 5 km Pour une petite balade familiale, le Parc de l’Île Saint-Quentin est idéal avec de jeunes enfants. Le site offre de beaux sentiers. En été, profite aussi de la plage et des modules de jeux pour les tout-petits. D’autres sites payants La Zec Tawachiche au Lac-aux-Sables – chiens acceptés La Zec Kiskissink à La Tuque plus de 1 200 km de chemins forestiers. Chiens acceptés La Réserve faunique du Saint-Maurice à Trois-Rives 40 km La Réserve faunique Mastigouche à Saint-Alexis-des-Monts 40 km Domaine enchanteur à Notre-Dame-du-Mont-Carmel 10 km Vallée Rocanigan à Shawinigan 12 km Parc de la rivière Gentilly 12,2 km – chiens acceptés La Nature d’Alexis, Saint-Alexis-des-Monts 15 km – chiens acceptés Randonnées avec accès gratuit Le Parc de l’Île Melville à Shawinigan 15 km Le parc de l’île Melville dispose de 15km de sentiers tout proche de la ville de Shawinigan. Vue imprenable sur les chutes du trou du diable. Chiens en laisse acceptés. Le Parc Nature La Gabelle à Notre-Dame-du-Mont-Carmel ou Saint-Étienne-des-Grès 15 km Au parc Nature La Gabelle, tu trouveras de beaux sentiers de randonnée pédestre 15 km gratuits autour du barrage la Gabelle qui enjambe la rivière Saint-Maurice. Accès en voiture par la municipalité de Saint-Étienne-des-Grès ou par celle de Notre-Dame-du-Mont-Carmel. Les sentiers débutent du côté de Notre-Dame-du-Mont-Carmel. Juste en bas de la grande côte, un pont de bois te conduira à un grand escalier qui monte dans la montagne. Parcoure une quinzaine de km et admire la vue sur la rivière Saint-Maurice via un belvédère. Chiens en laisse acceptés. Le sentier national – en Mauricie 1 650 km Ce sentier de randonnée pédestre, qui traverse neuf régions au Québec, se rattache à ceux des autres provinces canadiennes. Le tronçon de randonnée en Mauricie fait plus de 90 km. Dans une optique de sécurité, durant la saison de la chasse, informe toi sur les tronçons dont l’accès est peu recommandé ou totalement interdit. Chiens en laisse acceptés sur certaines parties. Pour en savoir davantage sur le sentier national. Le parc récréoforestier Saint-Mathieu à Saint-Mathieu-du-Parc 20 km Le Parc récréo comporte une vingtaine de kilomètres de sentiers parsemés de belvédères et de beaux panoramas, dont un amphithéâtre en pierres naturelles qu’il faut absolument aller admirer! Le parc est ouvert à l’année. Chiens en laisse acceptés. Le mont Otis à Notre-Dame-de-Montauban 3 ou 4 km pour la boucle Le mont Otis est le point culminant du tronçon Montauban sentier national de la Mauricie. Pour ceux qui aiment les belles vues, la boucle du mont Otis ou l’aller-retour vers ce dernier récompensera d’une vue imprenable sur la Vallée de la Batiscan. Parc des Chutes-de-la-Petite-Rivière-Bostonnais à La Tuque 4 km Le Parc des Chutes-de-la-Petite-Rivière-Bostonnais propose 4 km de sentiers avec panneaux d’interprétation des arbres et une tour d’observation haute de 21 mètres. La vue est à couper le souffle! Parc l’Héritage Carcajou à St-Boniface 15 km Le parc l’Héritage Carcajou offre différents sentiers d’une longueur totale de 15km. Plusieurs sentiers ont des vues sur différents lacs. Chiens en laisse acceptés. D’autres lieux à découvrir Le Parc Coeur Nature à Saint-Narcisse, tourbière et panneaux d’interprétation 2,8 km – chiens acceptés Sentier Ogden, Trois-Rivières, secteur Cap-de-la-Madeleine accès promenade des Estacades 1 km – chiens acceptés Parc de la Rivière Grand-Mère 4 km – chiens acceptés Parc du Centenaire, Shawinigan 2,5 km – chiens acceptés Calvaire Saint-Élie, Saint-Élie-de-Caxton, chiens acceptés Sentiers Châteaudun, Trois-Rivières, accès rue du Parc et Saint-Laurent, 11 km – chiens acceptés Moulin Seigneurial de Pointe-du-Lac, Trois-Rivières, un joli boisé derrière cet ancestral moulin 10 km aller-retour – chiens acceptés Sentiers d’ Lac Édouard 12 sentiers, parcours variant entre 0,5 et 2,5 km Sentier de la rivière Millette, Trois-Rivières 3 km – chiens acceptés Pour d’autres sites pour la randonnée pédestre, les pistes cyclables, de patins à roues alignées ou les sentiers de ski de fond à Trois-Rivières, consultez le site de la ville ici. Autres activités en forêt pour la famille Pour ajouter un petit plus à la randonnée pédestre avec les enfants, voici quelques suggestions pour agrémenter vos balades le géocaching, la chasse aux papillons et aux insectes, la cueillette de champignons sauvages faire affaire avec des experts comme ceux de La Manne à Menoum avant de les consommer et l’observation d’oiseaux. Certains sites de randonnée pédestre offrent également des activités complémentaires telles que la location de canots ou kayaks, la baignade, la pêche ou le vélo de montagne. Bien se préparer avant d’entreprendre une rando en nature Quelque soit la randonnée, équipe toi de bonnes chaussures, de vêtements adaptés, d’une bouteille d’eau, de crème solaire, de chasse-moustiques, d’une lampe frontale, d’un petit couteau suisse, d’un briquet et d’un sifflet pour éloigner les ours. Renseigne-toi ensuite sur l’itinéraire et la météo, respecte les 12 commandements pour un parfait séjour en nature… et tu seras prêts à te lancer sur les sentiers de randonnée! Bonne balade!
vReR.
  • ty93kr47i0.pages.dev/206
  • ty93kr47i0.pages.dev/128
  • ty93kr47i0.pages.dev/447
  • ty93kr47i0.pages.dev/193
  • ty93kr47i0.pages.dev/476
  • ty93kr47i0.pages.dev/117
  • ty93kr47i0.pages.dev/102
  • ty93kr47i0.pages.dev/462
  • jalur pendakian gunung arjuno via purwosari